Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional
(TPP) Kabupaten Jembrana telah dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026, dengan tema
“Penguatan Kolaborasi antar Tenaga Pendamping.” Kegiatan ini menjadi
momentum penting dalam mempererat sinergi serta meningkatkan kapasitas seluruh
unsur pendamping desa se-Kabupaten Jembrana dalam menjalankan tugasnya.
Rakor dihadiri oleh seluruh jajaran pendamping,
mulai dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), hingga Tenaga
Ahli (TA). Turut hadir Koordinator TPP P3MD Provinsi Bali bersama Tenaga Ahli
P3MD Provinsi Bali yang memberikan penguatan serta arahan strategis terkait
peran dan tantangan pendampingan, baik saat ini maupun ke depan.
Koordinator TA Kabupaten Jembrana, Bapak
Soeprijono, ST, dalam arahannya menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang
solid antar pendamping desa. Menurutnya, sinergi yang kuat akan mampu
memperkuat fungsi pendampingan sehingga lebih efektif dalam mendukung
pembangunan desa.
Sementara itu, Koordinator TPP P3MD Provinsi
Bali, Bapak Jero Kadek Suardika, menyampaikan bahwa seorang pendamping desa
wajib menguasai empat pilar utama dalam pendampingan, yaitu ilmu fasilitasi,
edukasi, mediasi, dan advokasi. Penguasaan keempat aspek tersebut menjadi kunci
agar kehadiran pendamping benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
dan pemerintah desa.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penguatan
dan penyegaran terkait pemantauan progres program prioritas desa, seperti
penanganan stunting melalui aplikasi eHDW serta capaian SDGs Desa melalui
aplikasi SDGs Desa oleh Bapak Adi Parmadi selaku TA P3MD Provinsi Bai yang juga
sebagai Pic Media Provinsi Bali. Selain itu, disampaikan pula kesiapan
pelaksanaan kegiatan pemutakhiran Indeks Desa yang akan segera dilaksanakan di
tingkat desa. Ditegaskan pula pentingnya data yang akurat dan mutakhir dalam
mendukung pengambilan kebijakan. Ia juga mengingatkan bahwa capaian yang masih
rendah harus segera diidentifikasi kendalanya untuk kemudian dicarikan solusi
yang tepat dan terukur.
Tidak hanya itu, rakor ini juga menyoroti pentingnya penguatan media komunikasi dan informasi desa sebagai sarana publikasi berbagai kegiatan dan capaian pembangunan desa. Dokumentasi dalam bentuk video menjadi salah satu media yang didorong untuk dikembangkan, termasuk pembuatan video vlog oleh pendamping desa sebagai bukti eksistensi serta peran aktif dalam mendampingi pengelolaan dana desa, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban.
Melalui pelaksanaan rakor ini, diharapkan
mampu memperkuat jalinan kebersamaan antar pendamping, meningkatkan kapasitas,
serta mengoptimalkan fungsi pendampingan desa demi terwujudnya pembangunan desa
yang lebih maju, transparan, dan berkelanjutan.
Penulis
Ni Wayan Eka Weliantari
Pendamping Desa Kecamatan Mendoyo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar