nn

Selamat datang di Blog Media Informasi TPP Kecamatan Mendoyo! Jangan lupa tinggalkan komentar.

Selasa, 30 Juni 2026

Menganyam Gagasan di Desa Pohsanten: Catatan Inklusi dari Ruang Rembuk Stunting


Pagi itu, 05 juni 2026 tepat jam 09.00 Wita Balai Desa Pohsanten tidak sekadar menjadi tempat berkumpul biasa. Di bawah Aula kebanggan itu, sebuah momentum krusial sedang digerakkan: Rembuk Stunting Desa. Pertemuan ini bukan formalitas di atas kertas, melainkan sebuah ruang panggung demokrasi yang inklusif, tempat setiap suara dari pejabat kecamatan hingga warga yang jarang terdengar, memiliki bobot yang sama dalam menentukan masa depan kesehatan di desa.

Kursi-kursi di aula diisi oleh representasi masyarakat yang sangat beragam. Di baris depan tampak Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Petugas Puskesmas, pendamping desa, PLKB, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kader Posyandu, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kelompok perempuan, perwakilan warga miskin, hingga keluarga yang memiliki balita berisiko stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis) dan unsur lainnya. 

Sejak awal, sekretris desa fasilitator diskusi menegaskan aturan main: tidak ada hierarki dalam berpendapat. Semua yang hadir adalah mitra setara dalam misi besar percepatan penurunan stunting. 

Ketika sesi diskusi dimulaisuasana yang semula tenang berubah menjadi dinamis. Diskusi mengalir hangat, jauh dari kesan formalitas yang membosankan. Bidan desa dan petugas Puskesmas memaparkan data pemetaan stunting terkini. Dari data tersebut, para kader Posyandu langsung memberikan masukan riil dari lapangan mengenai kendala distribusi makanan tambahan dan pemahaman sanitasi di beberapa keluarga.

Diskusi memanas secara positif ketika agenda memasuki pembahasan prioritas alokasi Dana Desa untuk sektor kesehatan. Data capaian jaminan kesehatan dan kondisi sanitasi dipaparkan. Perdebatan sengit namun sehat sempat terjadi saat menyusun skala prioritas pengalihan sebagian Dana Desa. Perwakilan pemuda dan kader lingkungan bersikeras bahwa perbaikan sanitasi dan akses air bersih adalah kunci utama. Di sisi lain, kelompok ibu menyusui mempertahankan argumen bahwa edukasi gizi dan pengadaan kebutuhan yang akurat di setiap Posyandu jauh lebih mendesak.

Kedua belah pihak saling adu argumen dengan data dan fakta lapangan yang mereka temui sehari-hari. Tidak ada yang mau mengalah begitu saja, karena semua peduli dan ingin intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Diskusi tetap berjalan terarah berkat fasilitator yang cakap menjaga alur pembicaraan tetap fokus pada esensi kesehatan ibu dan anak.

Melihat dinamika musyawarah yang begitu hidup, Ketua BPD Desa Pohsanten yang mengawasi jalannya acara tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Saat diberikan kesempatan berbicara, beliau menyampaikan apresiasi yang luar biasa.

"Jujur, saya sangat mengapresiasi dan terharu melihat rembug hari ini. Memang begini seharusnya rembug stunting dilaksanakan! Bukan cuma datang, dengar paparan, lalu ketok palu tanda setuju. Hari ini kita melihat ada partisipasi inklusi yang nyata. Ada perdebatan, ada adu argumen, dan ada solusi yang lahir dari bawah. Ini adalah tanda bahwa masyarakat Desa Pohsanten betul-betul peduli dengan masa depan anak-anak kita," ungkap Ketua BPD disambut tepuk tangan riuh dari seluruh peserta.

Melalui diskusi yang tajam namun berbasis kekeluargaan tersebut, Rembug Stunting Desa Pohsanten akhirnya berhasil merumuskan beberapa kesepakatan strategis yang terarah, mulai dari: Optimalisasi anggaran untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbasis pangan lokal, Perbaikan sarana air bersih di titik rawan dan hal prinsip lainnya

Rembug hari itu ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama. Desa Pohsanten hari itu tidak hanya berhasil menyusun program kerja, tetapi juga telah mempraktikkan demokrasi desa yang sehat, inklusif, dan bermartabat demi mewujudkan desa bebas stunting.


Zaim (PDP Kec. Mendoyo)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perkuat Kualitas Perencanaan, Tim Penyusun RKP Desa Mendoyo Dauh Tukad Ikuti Penguatan Kapasitas

  Mendoyo Dauh Tukad, 10 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas penyusunan dokumen perencanaan pembangunan desa, Pemerintah Desa Me...