nn

Selamat datang di Blog Media Informasi TPP Kecamatan Mendoyo! Jangan lupa tinggalkan komentar.

Selasa, 25 Agustus 2026

Pendamping Desa Monitoring Posyandu Banjar Tembles, Dorong Penguatan Layanan Kesehatan dan Perlindungan Anak di Era Digital

Penyaringan, 21 Agustus 2026 — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa terus dilakukan melalui penguatan dan pendampingan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pendampingan dan monitoring pelayanan Posyandu yang dilaksanakan oleh Pendamping Desa bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) Penyaringan di Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Jumat (21/8/2026).

Pelayanan Posyandu merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan dan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di desa. Pemerintah Desa bersama para kader Posyandu, dengan difasilitasi oleh bidan desa dan petugas kesehatan lainnya, terus berupaya memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan berkesinambungan.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Pendamping Desa dan PLD melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pelayanan sekaligus melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana pendukung Posyandu. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa fasilitas pendukung seperti meja, kursi, alat ukur dan alat timbang, serta alat permainan edukatif telah tersedia dan berada dalam kondisi baik.

Meski demikian, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk menjaga kualitas pelayanan. Salah satunya adalah penggunaan baterai pada alat timbang yang perlu diganti secara rutin agar alat dapat berfungsi dengan baik dan hasil pengukuran berat badan tetap akurat. Akurasi hasil pengukuran menjadi hal penting karena data tersebut merupakan salah satu dasar dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita.

Selain sarana prasarana, aspek pemberian makanan tambahan (PMT) juga menjadi perhatian. Variasi menu PMT perlu terus ditingkatkan dengan memperhatikan kandungan gizi dan kebutuhan anak, sehingga pemberian makanan tambahan tidak hanya sekadar memenuhi kegiatan pelayanan Posyandu, tetapi benar-benar dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Pelayanan Posyandu pada kesempatan tersebut tidak hanya menyasar pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang balita, tetapi juga memberikan pelayanan bagi ibu hamil dan kelompok lanjut usia. Bertepatan dengan periode pemberian Vitamin A, balita sesuai kelompok umurnya juga mendapatkan kapsul Vitamin A serta obat cacing sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak.

Edukasi Perlindungan Anak di Tengah Perkembangan Dunia Digital

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan monitoring juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi kepada masyarakat. Pendamping Desa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan anak dari berbagai pengaruh negatif yang dapat muncul dari perkembangan dunia digital.

Dalam penyampaiannya, Pendamping Desa menjelaskan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Kebijakan tersebut pada prinsipnya diarahkan untuk mewujudkan ruang digital yang lebih aman, ramah anak, dan bertanggung jawab.

Perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi anak, terutama dalam memperoleh informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun, tanpa pendampingan yang memadai, anak juga dapat terpapar berbagai risiko dan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Oleh karena itu, peran orang tua, keluarga, kader Posyandu, pemerintah desa, serta lingkungan masyarakat menjadi penting dalam memberikan edukasi dan pengawasan yang tepat.

Melalui kegiatan Posyandu, edukasi seperti ini diharapkan dapat menjangkau keluarga secara langsung, sehingga upaya perlindungan anak tidak hanya dilakukan dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga mencakup tumbuh kembang, pola pengasuhan, serta perlindungan anak dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Kebutuhan Posyandu Perlu Masuk dalam Perencanaan Desa

Dalam kesempatan tersebut, Pendamping Desa juga menyampaikan bahwa berbagai kendala, kebutuhan, maupun usulan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu perlu dikomunikasikan secara aktif dengan Pemerintah Desa. Kebutuhan tersebut, baik berupa sarana prasarana, peralatan pelayanan, peningkatan kapasitas kader, maupun kebutuhan pendukung lainnya, perlu diinventarisasi dan disampaikan melalui mekanisme perencanaan desa agar dapat dipertimbangkan dan diakomodir dalam penyusunan perencanaan pembangunan Desa Penyaringan Tahun 2027.

Dengan demikian, kegiatan Posyandu tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pelayanan kesehatan yang berlangsung setiap bulan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di desa.

Pendampingan dan monitoring secara berkala diharapkan dapat membantu memastikan pelayanan Posyandu berjalan sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong adanya perbaikan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara Pemerintah Desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, Pendamping Desa dan PLD menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan pelayanan Posyandu yang semakin berkualitas serta mendukung terwujudnya generasi Desa Penyaringan yang sehat, tumbuh optimal, terlindungi, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.


Penulis

Ni Wayan Eka Weliantari
Pendamping Desa Kecamatan Mendoyo 

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

• Semangka, Modal, dan Harapan: Ketahanan Pangan Membawa Manfaat bagi Masyarakat Desa Penyaringan

  Kegiatan Ketahanan Pangan Memberikan Manfaat bagi BUMDes amertha bhuana dan Masyarakat Desa Penyaringan Pada tahun 2025, 20% Dana Desa d...