nn

Selamat datang di Blog Media Informasi TPP Kecamatan Mendoyo! Jangan lupa tinggalkan komentar.

Selasa, 30 Juni 2026

Penguatan Pelaporan eHDW Triwulan II: Mendorong Akurasi Data untuk Percepatan Penurunan Stunting di Desa di Wilayah Kecamatan Mendoyo

Upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di tingkat desa terus diperkuat melalui penginputan data sasaran dan layanan kesehatan Posyandu pada aplikasi eHDW (Human Development Worker) yang dikembangkan oleh Kementerian Desa. Memasuki pemantauan Triwulan II Tahun 2026, seluruh desa terus mengoptimalkan proses penginputan, verifikasi, dan validasi data sebagai bagian dari pengukuran Skor Konvergensi Stunting Desa.

Skor konvergensi stunting merupakan salah satu indikator yang menggambarkan sejauh mana layanan pencegahan stunting telah menjangkau sasaran secara optimal. Capaian tersebut juga mencerminkan kinerja pemerintah desa bersama Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam melaksanakan pemantauan, pencatatan, serta pelaporan berbagai layanan kesehatan dasar yang diberikan kepada ibu hamil, balita, dan kelompok sasaran lainnya.


Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, proses validasi data oleh admin desa dilaksanakan paling lambat 30 Juni 2026. Oleh karena itu, pemerintah desa, KPM, kader kesehatan, serta seluruh pihak terkait terus bersinergi untuk memastikan data yang diinput telah lengkap, akurat, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Kualitas data menjadi faktor yang sangat penting karena akan berpengaruh terhadap hasil pengukuran skor konvergensi stunting setiap desa.

Data yang tersaji dalam aplikasi eHDW tidak hanya menjadi bahan pemantauan capaian kinerja desa, tetapi juga menjadi sumber informasi yang sangat strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027, sehingga program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.









Di wilayah Kecamatan Mendoyo, capaian skor konvergensi stunting antar desa masih menunjukkan variasi. Terdapat desa yang telah mencapai kategori tinggi, sementara sebagian lainnya masih berada pada kategori sedang maupun rendah. Perbedaan capaian ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kapasitas KPM dan kader kesehatan dalam melaksanakan pelayanan, pemantauan, pencatatan, dan pelaporan melalui aplikasi eHDW.

Melalui komitmen dan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan kualitas data yang dihasilkan semakin baik, layanan kepada masyarakat semakin optimal, serta perencanaan pembangunan desa dapat semakin tepat sasaran. Dengan demikian, upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.


Penulis

Ni Wayan Eka Weliantari
Pendamping Desa Kecamatan Mendoyo


Menganyam Gagasan di Desa Pohsanten: Catatan Inklusi dari Ruang Rembuk Stunting


Pagi itu, 05 juni 2026 tepat jam 09.00 Wita Balai Desa Pohsanten tidak sekadar menjadi tempat berkumpul biasa. Di bawah Aula kebanggan itu, sebuah momentum krusial sedang digerakkan: Rembuk Stunting Desa. Pertemuan ini bukan formalitas di atas kertas, melainkan sebuah ruang panggung demokrasi yang inklusif, tempat setiap suara dari pejabat kecamatan hingga warga yang jarang terdengar, memiliki bobot yang sama dalam menentukan masa depan kesehatan di desa.

Kursi-kursi di aula diisi oleh representasi masyarakat yang sangat beragam. Di baris depan tampak Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Petugas Puskesmas, pendamping desa, PLKB, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kader Posyandu, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kelompok perempuan, perwakilan warga miskin, hingga keluarga yang memiliki balita berisiko stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis) dan unsur lainnya. 

Sejak awal, sekretris desa fasilitator diskusi menegaskan aturan main: tidak ada hierarki dalam berpendapat. Semua yang hadir adalah mitra setara dalam misi besar percepatan penurunan stunting. 

Ketika sesi diskusi dimulaisuasana yang semula tenang berubah menjadi dinamis. Diskusi mengalir hangat, jauh dari kesan formalitas yang membosankan. Bidan desa dan petugas Puskesmas memaparkan data pemetaan stunting terkini. Dari data tersebut, para kader Posyandu langsung memberikan masukan riil dari lapangan mengenai kendala distribusi makanan tambahan dan pemahaman sanitasi di beberapa keluarga.

Diskusi memanas secara positif ketika agenda memasuki pembahasan prioritas alokasi Dana Desa untuk sektor kesehatan. Data capaian jaminan kesehatan dan kondisi sanitasi dipaparkan. Perdebatan sengit namun sehat sempat terjadi saat menyusun skala prioritas pengalihan sebagian Dana Desa. Perwakilan pemuda dan kader lingkungan bersikeras bahwa perbaikan sanitasi dan akses air bersih adalah kunci utama. Di sisi lain, kelompok ibu menyusui mempertahankan argumen bahwa edukasi gizi dan pengadaan kebutuhan yang akurat di setiap Posyandu jauh lebih mendesak.

Kedua belah pihak saling adu argumen dengan data dan fakta lapangan yang mereka temui sehari-hari. Tidak ada yang mau mengalah begitu saja, karena semua peduli dan ingin intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Diskusi tetap berjalan terarah berkat fasilitator yang cakap menjaga alur pembicaraan tetap fokus pada esensi kesehatan ibu dan anak.

Melihat dinamika musyawarah yang begitu hidup, Ketua BPD Desa Pohsanten yang mengawasi jalannya acara tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Saat diberikan kesempatan berbicara, beliau menyampaikan apresiasi yang luar biasa.

"Jujur, saya sangat mengapresiasi dan terharu melihat rembug hari ini. Memang begini seharusnya rembug stunting dilaksanakan! Bukan cuma datang, dengar paparan, lalu ketok palu tanda setuju. Hari ini kita melihat ada partisipasi inklusi yang nyata. Ada perdebatan, ada adu argumen, dan ada solusi yang lahir dari bawah. Ini adalah tanda bahwa masyarakat Desa Pohsanten betul-betul peduli dengan masa depan anak-anak kita," ungkap Ketua BPD disambut tepuk tangan riuh dari seluruh peserta.

Melalui diskusi yang tajam namun berbasis kekeluargaan tersebut, Rembug Stunting Desa Pohsanten akhirnya berhasil merumuskan beberapa kesepakatan strategis yang terarah, mulai dari: Optimalisasi anggaran untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbasis pangan lokal, Perbaikan sarana air bersih di titik rawan dan hal prinsip lainnya

Rembug hari itu ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama. Desa Pohsanten hari itu tidak hanya berhasil menyusun program kerja, tetapi juga telah mempraktikkan demokrasi desa yang sehat, inklusif, dan bermartabat demi mewujudkan desa bebas stunting.


Zaim (PDP Kec. Mendoyo)



Kupas Tuntas penyusunan Perencanaan RKP Desa 2027 Melalui Sistem Informasi Desa (SID)

Tenaga Pendamping Profesional (TPP) sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kabupaten yang bertempat di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan. Kegiatan rutin ini dihadiri oleh seluruh pendamping desa, mulai dari Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), hingga Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) se-Kabupaten Jembrana, dan TA Provinsi sebagai narasumber utama dalam kesempatana ini. Pemilihan Desa Gumbrih sebagai tuan rumah kali ini memberikan nuansa tersendiri sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap potensi lokal yang ada di kawasan Jembrana bagian timur.

Perbekel Gumbrih dalam sambutan hangatnya menyampaikan, “kami atas nama pemerintah desa Gumbrih merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan rakor hari ini. Di lain kesempatan bilamana kami diperlukan kembali, kami siap untuk memfasilitasi kembali”

Fokus utama dalam rakor kali ini adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap capaian progres penyaluran dan penggunaan Dana Desa tahun anggaran berjalan di seluruh desa se kabupaten Jembrana. Selain mengevaluasi kendala-kendala administratif dan lapangan yang dihadapi oleh para pendamping, pertemuan ini juga menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi terkait regulasi terbaru dari Kementerian Desa, Melalui diskusi interaktif, para peserta saling berbagi solusi dan praktik terbaik (best practices) guna mempercepat realisasi program kerja di desa damoingan masing-masing.

Selain membahas isu-isu administratif, agenda rakor di Desa Gumbrih ini juga memberikan porsi khusus pada penguatan program Sistem Informasi Desa (SID)  secara terintegrasi di tingkat desa. Penekanan ini sejalan dengan prioritas nasional yang menuntut peran aktif TPP dalam mengawal pemanfaatan anggaran desa agar lebih tepat sasaran. Pendamping didorong untuk lebih memastikan penyusunan RKPDesa tetap berjalan beriringan dengan permendesa 13/2025, yang sesuai dengan tema rakor bulan Juni 2026 ini adalah Optimalisasi Perencanaan RKP Desa Melalui Sistem Informasi Desa (SID) untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan perumusan rencana tindak lanjut (RTL) yang konkret dan terukur untuk beberapa bulan ke depan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini di Desa Gumbrih, diharapkan soliditas dan sinergitas antar-TPP di Kabupaten Jembrana semakin kuat. Semangat kolektif yang dihasilkan dari pertemuan ini diproyeksikan mampu membawa dampak positif yang signifikan di seluruh pelosok Bumi Makepung.

 

ZAIM (PDP Kec. Mendoyo)

 

Selasa, 23 Juni 2026

Menata Arah Pembangunan Desa 2027, Pemerintah Desa Yehembang Kauh Gelar Musyawarah Desa

Yehembang Kauh, 23 Juni 2026 – Pemerintah Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, melaksanakan Musyawarah Desa pada hari Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Yehembang Kauh. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian tahapan perencanaan pembangunan desa dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027.

Musyawarah desa dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat serta sejumlah undangan, di antaranya perwakilan Kecamatan Mendoyo, Pendamping Desa, Bidan Desa, perwakilan Puskesmas 2 Mendoyo, lembaga desa, dan unsur masyarakat lainnya.
Agenda musyawarah meliputi pencermatan kembali dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa), penyampaian pandangan dan masukan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pembentukan Tim Penyusun RKP Desa Tahun 2027, pembentukan Tim Verifikasi, serta penyepakatan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) sebagai pedoman pelaksanaan tahapan perencanaan berikutnya.

Dalam forum tersebut, peserta musyawarah secara aktif menyampaikan berbagai saran, usulan, dan masukan terkait kondisi serta kebutuhan pembangunan yang diperlukan oleh masyarakat desa. Berbagai aspirasi yang disampaikan menjadi bahan penting dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui pelaksanaan musyawarah desa ini, diharapkan proses perencanaan pembangunan Desa Yehembang Kauh Tahun Anggaran 2027 dapat berjalan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel, sehingga menghasilkan program pembangunan yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan desa secara berkelanjutan.



Penulis

Ni Wayan Eka Weliantari
Pendamping Desa Kecamatan Mendoyo

 


Selasa, 19 Mei 2026

Melalui FGD, Desa Pergung Susun Strategi Baru Cegah dan Tangani Stunting





                Pada hari Senin, tanggal 20 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Desa Pergung. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua posyandu dari masing-masing banjar, TPK, KPM, bidan desa, PLKB, kepala PAUD, pendamping desa, pendamping lokal desa, serta perangkat desa.

Dalam kegiatan FGD tersebut, terdapat beberapa hal yang dibahas, di antaranya membahas berbagai permasalahan yang terdapat di masing-masing posyandu dan PAUD, menyusun strategi baru dalam pelaksanaan kunjungan ke posyandu maupun kunjungan rumah, serta membahas variasi PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Selain itu, dilakukan juga evaluasi terhadap PMT maupun vitamin yang telah diberikan kepada masyarakat, guna mengetahui apakah penyalurannya sudah tepat sasaran atau masih perlu ditingkatkan.

Adapun beberapa usulan yang telah dirangkum dalam kegiatan FGD ini nantinya akan dibawa dan dibahas lebih lanjut dalam kegiatan rembug stunting yang akan dilaksanakan berikutnya, sebagai upaya bersama dalam meningkatkan pelayanan dan penanganan stunting di Desa Pergung.








Penulis
Ni Putu Ermawati
PLD Mendoyo

Sinergi Ekonomi Desa: Rapat Rutin Forum BUMDesa Kecamatan Mendoyo Digelar di Yehembang Kangin



Dalam upaya terus mendorong kemandirian ekonomi desa dan memperkuat sinergi antarlembaga, Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) se-Kecamatan Mendoyo kembali menggelar rapat koordinasi. Kali ini, suasana sejuk dan asri Desa Yehembang Kangin menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan agenda strategis tersebut pada Selasa, 19 Mei 2026 yang di Mulai tepat pukul 10.00 wita


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengurus BUMDesa untuk saling bertukar pikiran, berbagi inovasi, dan mempererat tali silaturahmi demi kemajuan ekonomi di Kecamatan Mendoyo.

Salam pembukanya adalah Pengembangan Unit Usaha Air oleh Perbekel Yehembang Kangin

Acara dibuka dengan sambutan hangat sekaligus inspiratif dari Bapak Perbekel Desa Yehembang Kangin. Dalam arahannya, beliau memaparkan berbagai potensi ekonomi yang terus digali oleh desa. Secara khusus, Bapak Perbekel menyoroti pentingnya tata kelola dan optimalisasi Unit Usaha Air Bersih yang dikelola oleh BUMDesa setempat.

Beliau menekankan bahwa pengelolaan unit usaha air bukan sekadar soal meraup keuntungan atau meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), melainkan juga wujud nyata kehadiran desa dalam menjamin ketersediaan layanan kebutuhan dasar yang berkualitas dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemaparan ini memantik antusiasme para peserta rapat untuk turut mengevaluasi dan mengembangkan potensi sumber daya alam di desa masing-masing.

Dalam sambutan kedua, dari TA (Tenaga Ahli Pembanguan Ekonomi Desa) ibu Ni Luh Surty Wahyuni, menitikberatkan bahwa BUMDesa harus berfikir berapa banyak yang bisa direktur berikan ke desa, jangan sampai berapa yang BUMDesa dapatakan dr penyerahan modal BUMDesa.

Diskusi Terarah di Bawah Pimpinan Ketua Forum

Setelah sambutan pembuka yang memotivasi dari tuan rumah, tongkat estafet acara diserahkan kepada Ketua Forum BUMDesa Kecamatan Mendoyo, yang berasal dari Desa Yehembang Beliau memimpin jalannya rapat utama dengan interaktif dan terarah.

Dalam sesi diskusi ini, berbagai agenda penting dibahas secara mendalam, antara lain:

Penguatan Kelembagaan: Evaluasi dan peningkatan kapasitas tata kelola BUMDesa di masing-masing desa.

Peluang Kolaborasi: Penjajakan kerja sama antardesa di Kecamatan Mendoyo agar BUMDesa tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membentuk jaringan ekonomi yang kuat.

Problem Solving: Berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama atas kendala-kendala operasional yang kerap dihadapi pengurus BUMDesa di lapangan.

Kolaborasi antara BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa) dengan KDMP, merupakan langkah yang sangat strategis. Sinergi ini mempertemukan dua kekuatan: BUMDesa sebagai lembaga ekonomi resmi desa, dan KDMP sebagai kelompok basis masyarakat yang bergerak di sektor produktif (pertanian, peternakan, atau ketahanan pangan).

Pertemuan di Desa Yehembang Kangin ini diharapkan tidak hanya berakhir sebagai rutinitas administratif, melainkan menjadi batu loncatan lahirnya inovasi-inovasi baru. Dengan mencontoh semangat pengembangan unit usaha air dan memperkuat jejaring antar-BUMDesa, cita-cita untuk mewujudkan desa-desa di Kecamatan Mendoyo yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera akan semakin cepat terwujud.

Zaim PDP kec. Melaya
One attachment  •  Scanned by Gmail

Minggu, 03 Mei 2026

“Dorong Digitalisasi Desa, Pendampingan Pembuatan Blog Digelar di Mendoyo Dangin Tukad”

 

Kegiatan pendampingan pembuatan blog desa telah dilaksanakan pada hari Senin, 4 Mei 2026, bertempat di Desa Mendoyo Dangin Tukad. Kegiatan ini difasilitasi oleh pendamping desa sebagai upaya meningkatkan kapasitas operator desa dalam pengelolaan media informasi berbasis digital.

Pendampingan difokuskan kepada operator desa dengan materi utama berupa pengenalan platform blog, tata cara pembuatan akun, pengelolaan tampilan, hingga teknik penulisan dan publikasi konten. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya blog desa sebagai sarana transparansi informasi, publikasi kegiatan, serta promosi potensi desa kepada masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan operator desa mampu secara mandiri mengelola blog desa secara berkelanjutan, sehingga berbagai informasi pembangunan, kegiatan masyarakat, dan potensi lokal dapat terdokumentasi dan terpublikasikan dengan baik. Pendampingan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung digitalisasi desa dan peningkatan pelayanan informasi kepada masyarakat.


Penulis

Ni Wayan Eka Weliantari
Pendamping Desa Kecamatan Mendoyo


• Semangka, Modal, dan Harapan: Ketahanan Pangan Membawa Manfaat bagi Masyarakat Desa Penyaringan

  Kegiatan Ketahanan Pangan Memberikan Manfaat bagi BUMDes amertha bhuana dan Masyarakat Desa Penyaringan Pada tahun 2025, 20% Dana Desa d...